Wednesday, October 19, 2005

Mahasiswa Nilai Kejati Jabar Lamban

Berita Kompas, 19 Oktober 2005
Bandung, Kompas - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa se-Bandung Raya, Selasa (18/10), berunjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Barat. Para pengunjuk rasa menuntut Kejati Jabar serius dalam menuntaskan kasus korupsi yang sedang ditangani.
Menurut mereka, beberapa pernyataan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar Halius Hosen, yang menyatakan bahwa kasus korupsi akan diserahkan ke pengadilan bulan September lalu, hingga saat ini tidak terbukti.
Dalam orasinya, beberapa perwakilan BEM se-Bandung Raya menyatakan, selama ini wilayah Jabar menduduki peringkat tertinggi dalam kasus kejahatan kerah putih ini. Yang menarik, menurut mereka, adalah dominasi elite politik, baik eksekutif, legislatif, maupun pimpinan partai politik, yang turut serta melakukan korupsi itu.
Indra Kusumah, Presiden Keluarga Mahasiswa Universitas Padjadjaran, Bandung, menyatakan, Kepala Kejati Jabar sering kali memberikan janji-janji untuk segera melimpahkan berkas kasus korupsi ke pengadilan. Namun, hingga saat ini belum ada satu pun yang dilimpahkan ke pengadilan.
Contohnya, kasus korupsi Jalak Harupat. Mengapa sampai dengan hari ini berkas tersangka belum selesai juga. Ditambah lagi Kajati berjanji akan melimpahkan berkas kasus dana kapling ke pengadilan bulan September. Tapi, hingga saat ini hasilnya sama sekali tidak ada, katanya.
Semula, perwakilan pengunjuk rasa ingin bertemu langsung dengan Halius untuk memberikan tuntutan mereka. Namun, ternyata mereka hanya diterima oleh Asisten Intelijen Kejati Jabar Adjat Sudrajat dan Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jabar SL Tobing. (mhd)

No comments: